Senin, 18 Juni 2012

Nilai Kehidupan


Hidup seekor laba-laba kecil
Pada suatu sore tampak seorang pemuda tengah berada disebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan yang mendalam, kekecewaan dan frustasi yang menyelimuti.orang tersebut terlihat berjalan dengan langkah goyah dan kepala tertunduk lesu. Sebentar sebentar ia tertunduk dan menghela nafas panjang. Hal tersebut diulangnya berkali-kali, seakan dia tidak tahu apa yang hendak dilakukannya
Saat pikirannya sedang menerawang entah kemana, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang menbuat sarangnya diantara ranting sebatang pohon tempat ia duduk. Dengan perasaan kesal, ia pun kemudian iseng mengambil sebatang ranting dan menumpahkan rasa kekesalannya pada sarang laba-laba itu. Maka sarang itu pun dirusak tanpa ampun
seusai melepaskan kejengkelannya perhatian pemuda itu teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba tersebut. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya ? apakah laba-laba akan lari terbirit-birit, atau dia akan membuat kembali sarangnya ditampat lain ? Rasa penasaran itu rupanya segera mendapatkan jawaban. Tak lama, si laba-laba itu tampak kembali ke tempatnya semula.
Laba-laba itu mulai mengulangi kegiatan yang sama sewaktu pertama ia lakukan yaitu merayap, merajut dan melompat untuk membuat sarangnya kembali. Setiap helai benang yang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar dan tanpa kenal lelah laba-laba itu kembali menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya
Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh untuk memperbaiki dan membuat sarang yang baru, kembali ranting si pemuda itu beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang laba-laba tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas namun penuh rasa ingin tahu, diamati ulah si laba-laba apa gerangan yang akan dikerjakan setelah sarangnya dirusak untuk kedua kalinya ?
Ternyata untuk yang ketiga kalinya, laba-laba mengulangi kegiatannya kembali memulai dari awal dengan tetap bersemangat merayap, merajut dan melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, laba-laba itu memintal membuat sarang sedikit demi sedikit
Setelah melihat dan mengamati ulah laba-laba tersebut dalam membangun sarang yang telah hancur untuk yang ketiga kalinya, saat itulah si pemuda mendadak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba itu dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. Semangat binatang yang begitu kecil dengan giat bekerja tanpa mengenal lelah, telah membuka kesadarkan si pemuda

 kesimpulan dari cerita pendek diatas yaitu didalam kehidupan ini pasti ada sebuah kegagalan yang secara tidak sadar terjadi dan itu akan membuat kita terselimut dalam kekecewaan, kesedihan dan rasa penyesalan yang mendalam hal itu yang menjadi salah satu bencana besar jika kita tidak memandang kedepan, atau meniru dan mengambil makna dari sifat seekor laba-laba kecil diatas walaupun sarangnya terus dirusak bahkan sampai berkali-kali tetapi laba-laba itu tetap tegar dan membangun kembali sarangnya dari awal tanpa mengenal lelah dan putus asah. Laba-laba itu tetap akan membangun kembali sarangnya itu dari awal dengan kembali merajut helai demi helai benang yang dipintalnya dengan penuh semangat
untuk itu marilah kita belajar dari seekor laba-laba kecil ini, supaya kita tidak mudah menyerah dalam menghadapi kegagalan, dengan hidup penuh semangat untuk merajut sarang hidup ini.
  

Nilai Kejujuran dalam hidup


Dahulu kala disebuah kerajaan, karena raja tidak memiliki putra sebagai penerus kerajaan maka ia menganggap perlu mencari dan memilih calon penggantinya. Untuk itu dibuatlah sayembara pemilihan keseluruh negeri agar diseleksi per daerah hingga ujian terakhir yang akan ditentukan oleh raja sendiri
saat babak akhir tiba, tersisa delapan orang yang memiliki kepandaian setara dan lulus seleksi berbagai tahap sebelumnya. Untuk itu mereka harus menjalani tes terakhir dari sang raja ibukota kerajaan. Raja dengan seksama menyeleksi mereka satu per satu. Di hadapan mereka sang raja menyampaikan pesan “Anak-anakku Tugas sebagai abdi Negara bukanlah hal yang mudah” itu adalah amanah yang harus diemban atau dilakukan dengan tanggung jawab penuh. Kalian berdelapan terpilih sebagai calon yang terbaik, nah sebagai tes terakhir akan kuberi tiap orang lima butir biji bibit tanaman. Tanam dan rawatlah seperti engkau nantinya harus memelihara kerajaan dan rakyat negeri ini. Pulang dan datanglah dua minggu lagi kemari beserta hasil tanaman yang kalian bawa pulang ini kata sang raja
Dua minggu kemudian dihadapan raja ketujuh pemuda dengan bangga memperlihatkan tanaman yang mulai tumbuh bertunas. Tiba giliran pemuda yang kedelapan dengan wajah malu dan kepala tertunduk, ia melihat kearah pot yang dibawanya dan berkata “ Ampun Baginda, maafkan hamba biji yang baginda berikan telah saya tanam dan saya rawat dengan hati-hati tetapi hingga hari ini bibit ini tidak mau tumbuh seperti yang diharapkan. Saya telah gagal menjalankan perintah baginda dan saya tidak mengerti dimana kesalahan saya tapi setidaknya saya telah berupaya maksimal. Saya serahkan semua keputusan ditangan baginda
Tak berapa lama, sang raja terlihat tersenyum puas, bahkan sang raja kemudian tertawa terbahak-bahak. Semua yang hadir disana saling berpandangan heran melihat reaksi raja seperti itu. Lalu, sang raja menepuk pundak si pemuda itu dan berkata “Terimakasih anak muda. Aku senang dan puas, ternyata harapanku tidak sia-sia. Masih ada pemuda calon pemimpin bangsa diantara seluruh rakyat dinegeri ini. Sambil berpaling kepada semuanya, sang raja melanjutkannya dengar baik-baik pemuda ini telah memenuhi harapan terakhirku dia pemuda yang jujur, calon pemimpin kerajaan ini dimasa depan memang tanamannya tidak tumbuh sepertinya dia gagal tetapi sebenarnya biji yang aku berikan kepada semua peserta telah aku rebus terlebih dahulu jadi pasti tidak mungkin bisa tumbuh tunas walaupun dirawat sebaik apapun karena biji itu telah mati. Aku kecewa sekali saat melihat tumbuhnya tunas yang kalian bawa. Kalian tujuh pemuda yang tidak jujur. Dan akhirnya ketujuh pemuda tersebut dihukum oleh raja karena berlaku tidak jujur dan telah mengecewakan seorang raja dan yang terpilih sebagai pemimpin kerajaan nanti adalah seorang pemuda yang jujur.
kesimpulan yang dapat kita ambil dari cerita diatas adalah nilai kejujuran itu penting dan ada pepatah bahwa kejujuran itu tak ternilai harganya dan tidak akan bisa dibeli oleh siapa pun, kejujuranlah yang membuat orang percaya dan yakin kepada kita. Jika tidak ada kejujuran maka tak akan ada seorang pun yang percaya kepada kita walaupun kita hanya sekali saja berbohong atau berlaku tidak jujur

kejujuran adalah mutiara pribadi yang harus kita miliki dan perihara dengan baik. Kejujuran adalah mata uang yang berlaku dimana-mana walaupun kita hidup tidak berkelimpahan harta namun dengan kejujuran hidup kita akan bebas dari perasaan was-was, takut dan cemas sehingga kita akan menikmati kehidupan ini dengan tentram, damai dan bahagia

Selasa, 12 Juni 2012


Nama : Yeri Hanyofan
NPM : 57411506
Kelas : 1IA18
Tugas IBD 3 Tentang Describe Tanah Abang


Berdasarkan Hasil riset penelitian saya di daerah tanah abang banyak sekali hal penting yang saya dapat diantaranya berdasarkan nilai sejarah yang tinggi terutama pada abad ke 17 saat itu tanah abang hanya berbentuk sebuah pasar yang memperdagangkan barang tekstil, kelontong dan hasil bumi. Nama tanah abang sendiri diambil dari nama seorang tentara mataram yang menyerang VOC pada tahun 1628 saat itu bangunan tanah abang hanya berupa bangunan sederhana dan sampai pada saat ini tanah abang telah berkembang sangat pesat terutama pada bidang perdagangan dan membuat gedung-gedung yang menyerupai mall full AC seperti pasar-pasar modern pada umumnya
saat ini tanah abang menjadi pusat grosir perdagangan terbesar dijakarta terutama pada bidang tekstil berupa berbagai macam pakaian diantaranya seperti pakaian muslim, pakaian umum, dan pakaian anak kecil juga disediakan berbagai macam jenis diantaranya didukung oleh keahlian dalam membuat pakaian dan dilengkapi dengan motif dan design yang tinggi didunia internasional.
Dengan beragam dan bervariasinya busana ditanah abang menjadikan tanah abang menjadi tempat busana pakaian dan saat ini tanah abang juga dikenal sebagai tempat pusat grosir pakaian.banyak sekali para konsumen atau pembeli datang ketanah abang untuk mencari dan membeli baju karena murah,motif dan design yang variatif,warna yang beragam dan dari segi bahan baku kain juga berkualitas dibandingkan dengan pakaian lainnya.
sebagian besar penduduk yang tinggal di tanah abanh bervariatif diantaranya ada orang asli Jakarta dan ada juga sebagian dari luar daerah seperti Palembang,makasar,dan yang lainnya. Banyak sekali orang yang mengantungkan hidup keluarganya ditanah abang dengan usaha kecil diantaranya pedagang eceran, toko sembako seperti yang telah saya ketahui secara langsung
untuk masyarakat yang tinggal ditanah abang selain banyak sekali orang asli Jakarta tetapi ada juga sebagian besar orang yang berasal dari luar daerah tetapi mereka saling hidup rukun bersama tanpa ada yang membedakan satu sama lain. Menurut hasil wawancara yang saya dapat disana memiliki nilai tatanan kehidupan bermasyarakat yang baik dan nilai kehidupan sosial yang tinggi diantaranya terjalin komunikasi yang baik antar setiap individu dalam hidup masyarakat, saling membantu satu sama lain, dan terutama dari cara hidup yang ramah, sopan dan sikap saling menghargai hal-hal tersebutlah yang paling identik dalam kehidupan sosial bermasyarakat ditanah abang terutama dari hasil yang saya dapat didaerah kebun melati setiap sabtu masyarakat disana selalu mengadakan kerja bakti
yang dilakukan rutin setiap minggu guna untuk memupuk nilai kehidupan dan jalinan dalam bermasyarakat yang baik.
menurut saya dari segi perkembangan tanah abang yang dulu dibandingkan sekarang sangatlah berkembang pesat dan dikenal sebagai pusat grosir terbesar dijakarta hal itu membuat sebuah kebanggaan untuk masyarakat yang tinggal disana apalagi sekarang sudah banyak orang yang mengetahui bahwa tanah abang sebagai pusat grosir terbesar diseluruh Jakarta dalam bidang tekstil    
menurut saya tanah abang merupakan tempat yang menarik untuk dikunjungi karena saat ini tanah abang menjadi sebuah pasar tekstil internasional untuk bidang busana pakaian disamping itu tanah abang juga memiliki nilai sejarah yang tinggi,masyarakat yang tinggal disana juga ramah dan mudah untuk berbaur dengan orang yang berkunjung ke sana dalam jalinan komunikasi yang baik dan yang saya lihat sendiri dari segi bagunan gedung di tanah abang saat ini sudah berkembang sangat besar dibandingkan dengan bagunan yang dahulu ada, saat ini banyak dibangunnya gedung-gedung besar yang menyerupai mall yang berupa pasar-pasar modern dan salah satu motto pelayanan para pedagang dipasar tanah abang tersebut selalu mengutamakan kenyamanan dan keamanan kepada para konsumen
      
       

Hidup seekor laba-laba kecil
Pada suatu sore tampak seorang pemuda tengah berada disebuah taman umum. Dari raut wajahnya tampak kesedihan yang mendalam, kekecewaan dan frustasi yang menyelimuti.orang tersebut terlihat berjalan dengan langkah goyah dan kepala tertunduk lesu. Sebentar sebentar ia tertunduk dan menghela nafas panjang. Hal tersebut diulangnya berkali-kali, seakan dia tidak tahu apa yang hendak dilakukannya
Saat pikirannya sedang menerawang entah kemana, tiba-tiba pandangan matanya terpaku pada gerakan seekor laba-laba yang sedang menbuat sarangnya diantara ranting sebatang pohon tempat ia duduk. Dengan perasaan kesal, ia pun kemudian iseng mengambil sebatang ranting dan menumpahkan rasa kekesalannya pada sarang laba-laba itu. Maka sarang itu pun dirusak tanpa ampun
seusai melepaskan kejengkelannya perhatian pemuda itu teralih sementara untuk mengamati ulah si laba-laba tersebut. Dalam hati dia ingin tahu, kira-kira apa yang akan dikerjakan laba laba setelah sarangnya hancur oleh tangan isengnya ? apakah laba-laba akan lari terbirit-birit, atau dia akan membuat kembali sarangnya ditampat lain ? Rasa penasaran itu rupanya segera mendapatkan jawaban. Tak lama, si laba-laba itu tampak kembali ke tempatnya semula.
Laba-laba itu mulai mengulangi kegiatan yang sama sewaktu pertama ia lakukan yaitu merayap, merajut dan melompat untuk membuat sarangnya kembali. Setiap helai benang yang dipintalnya dari awal, semakin lama semakin lebar dan tanpa kenal lelah laba-laba itu kembali menyelesaikan seluruh pembuatan sarang barunya
Setelah menyaksikan usaha si laba-laba yang sibuk bekerja lagi dengan semangat penuh untuk memperbaiki dan membuat sarang yang baru, kembali ranting si pemuda itu beraksi dengan tujuan menghancurkan sarang laba-laba tersebut untuk kedua kalinya. Dengan perasaan puas namun penuh rasa ingin tahu, diamati ulah si laba-laba apa gerangan yang akan dikerjakan setelah sarangnya dirusak untuk kedua kalinya ?
Ternyata untuk yang ketiga kalinya, laba-laba mengulangi kegiatannya kembali memulai dari awal dengan tetap bersemangat merayap, merajut dan melompat dengan setiap helai benang yang dihasilkan dari tubuhnya, laba-laba itu memintal membuat sarang sedikit demi sedikit
Setelah melihat dan mengamati ulah laba-laba tersebut dalam membangun sarang yang telah hancur untuk yang ketiga kalinya, saat itulah si pemuda mendadak tersadarkan. Tidak peduli berapa kali sarang laba-laba itu dirusak dan dihancurkan, sebanyak itu pula laba-laba membangun sarangnya kembali. Semangat binatang yang begitu kecil dengan giat bekerja tanpa mengenal lelah, telah membuka kesadarkan si pemuda
kesimpulan dari cerita pendek diatas yaitu didalam kehidupan ini pasti ada sebuah kegagalan yang secara tidak sadar terjadi dan itu akan membuat kita terselimut dalam kekecewaan, kesedihan dan rasa penyesalan yang mendalam hal itu yang menjadi salah satu bencana besar jika kita tidak memandang kedepan, atau meniru dan mengambil makna dari sifat seekor laba-laba kecil diatas walaupun sarangnya terus dirusak bahkan sampai berkali-kali tetapi laba-laba itu tetap tegar dan membangun kembali sarangnya dari awal tanpa mengenal lelah dan putus asah. Laba-laba itu tetap akan membangun kembali sarangnya itu dari awal dengan kembali merajut helai demi helai benang yang dipintalnya dengan penuh semangat
untuk itu marilah kita belajar dari seekor laba-laba kecil ini, supaya kita tidak mudah menyerah dalam menghadapi kegagalan, dengan hidup penuh semangat untuk merajut sarang hidup ini.